Guru Ngaji di Siak Berulang Kali Cabuli 4 Murid Perempuan
Guru Ngaji di Siak Berulang Kali Cabuli 4 Murid Perempuan

Guru Ngaji di Siak Berulang Kali Cabuli 4 Murid Perempuan

Diposting pada
Guru Ngaji di Siak Berulang Kali Cabuli 4 Murid Perempuan
Ilustrasi: Guru Ngaji di Siak Berulang Kali Cabuli 4 Murid Perempuan

Seriau.ID – Terulang kembali perkara pemerkosaan oleh guru ngaji. Kali ini guru ngaji di Siak berulang kali cabuli 4 murid perempuan yang akan mengaji di rumahnya.

Empat bocah perempuan di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Riau, mengalami kenyataan pahit ketika ingin belajar membaca kitab suci Alquran.

loading...

Bukannya mendapat pelajaran, korban malah mengalami pelecehan seksual yang dilakukan berulang kali oleh guru ngaji mereka berinisial SK.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Guntur Aryo Tejo membenarkan kejadian tersebut. Dia menyebut kasus pencabulan itu sudah dilaporkan salah satu orangtua korban ke Mapolsek setempat.

(Kasus itu) Dalam penyidikan Mapolsek setempat. Pelaku yang guru ngaji itu akan diproses sesuai aturan berlaku berdasarkan laporan salah satu orangtua korban,” kata mantan Kapolres Pelalawan ini, Selasa (17/1/2017) siang.

Guntur menyebutkan, terungkapnya pelecehan seksual yang dilakukan pelaku ketika salah satu anak berinisial FZ mengadu kepada orangtuanya usai pulang mengaji dari rumah pelaku.

Guru Ngaji di Siak Berulang Kali Cabuli 4 Murid Perempuan

Ketika itu, korban terlihat murung saat pulang mengaji. Orangtuanya kemudian bertanya tentang kondisi sang anak. FZ kemudian mengaku telah mendapat perlakuan tak senonoh, mulai dari dicium bibirnya hingga ‎sampai ke alat vitalnya.

Pengakuan korban, tiga temannya yang juga mengaji di rumah pelaku juga mendapatkan perlakuan serupa,” kata Guntur.

Tak terima, orangtua korban langsung melapor ke Mapolsek setempat atas tindakan cabul guru ngaji yang dimaksud. Keterangan para korban diambil dan mereka divisum. Hasil visum menunjukkan adanya hal yang tak wajar pada bagian vital tubuh korban.

Pelaku kemudian dilakukan penyidikan dan akan dijerat dengan Undang-Undang tentang Perlindungan Anak dan Perempuan,” kata Guntur.

loading...